Pembentukan gaya hidup sehat pada masa anak dan remaja berlangsung melalui proses yang bertahap dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekat. Pada periode ini, anak mulai mengenal rutinitas harian melalui kebiasaan yang dilakukan secara berulang di rumah dan di sekolah. Pola tidur, aktivitas fisik, serta cara mengisi waktu luang menjadi bagian dari pengalaman awal yang membentuk sikap terhadap kesehatan. Anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, sehingga contoh nyata memiliki peran besar. Lingkungan yang stabil dan penuh dukungan membantu anak merasa aman dalam menjalani kebiasaan sehari-hari.
Selain lingkungan keluarga, peran pendidikan juga berkontribusi dalam membentuk kesadaran hidup sehat sejak usia dini. Melalui kegiatan belajar dan interaksi sosial, anak belajar memahami hubungan antara kebiasaan dan kenyamanan fisik maupun emosional. Aktivitas yang terstruktur membantu anak mengenali pentingnya keseimbangan antara belajar, bermain, dan beristirahat. Proses ini tidak terjadi secara instan, melainkan berkembang seiring waktu dan pengalaman. Pendekatan yang konsisten membantu anak membangun pemahaman yang lebih stabil.
Masa remaja menjadi tahap lanjutan di mana individu mulai membentuk identitas dan membuat pilihan secara lebih mandiri. Pada fase ini, kebiasaan yang telah tertanam sebelumnya dapat mengalami penyesuaian sesuai dengan pengaruh sosial dan lingkungan pergaulan. Remaja mulai mengevaluasi rutinitasnya sendiri dan mengembangkan kesadaran terhadap tubuh serta emosi. Dukungan dari keluarga dan lingkungan tetap berperan dalam menjaga kontinuitas kebiasaan positif. Proses ini membantu remaja membangun dasar gaya hidup sehat untuk tahap kehidupan berikutnya.
